Halaman

    Social Items

"Makan dan minumlah, tetapi jangan melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas." (Q.S. Al-A’raf :31)

Dalam ajaran Islam, manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk makan dan minum tidak melampaui batas. Bila lebih dari batas, maka akan menjadi gizi lebih dan bila kurang akan menjadi gizi kurang. Baginda Rasulullah saw memiliki pola makan dan cara makan yang baik dan benar sehingga jarang sakit dan seumur hidupnya hanya pernah dua kali sakit. Rasulullah juga tubuhnya selalu bugar dan memiliki postur tubuh yang sangat ideal. Hal itu menunjukkan bahwa asupan gizi saat masa pertumbuhan beliau sangat baik. Meneladani beliau, kita seharusnya juga memperhatikan makanan yang kita makan dengan kandungan gizi yang sesuai dengan keadaan kita agar dapat menunjang pertumbuhan dengan optimal dan menjaga tubuh kita agar tetap sehat sehingga dapat beramal dan beraktivitas secara optimal.

Masalah gizi dalam keluarga penting untuk diketahui karena merupakan masalah kesehatan yang paling banyak di Indonesia. Secara umum, terdapat dua masalah gizi utama, yaitu: gizi lebih (GL) dan gizi kurang (GK). Gizi lebih dan gizi kurang dapat terjadi secara bersamaan pada satu anggota keluarga, bahkan dapat pula terjadi pada satu individu yang sama. Gizi lebih meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis seperti kencing manis, hipertensi, osteoartritis, penyakit jantung koroner, dan stroke yang merupakan penyebab kematian terbanyak saat ini dan banyak terjadi pada orang dewasa dan lanjut usia (lansia). Gizi kurang akan meningkatkan risiko gagal tumbuh pada anak, stunting atau pendek, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi, bayi berat lahir rendah, dan komplikasi saat persalinan pada ibu hamil.

Gizi lebih ditandai dengan kegemukan atau obesitas, kadar lemak darah atau trigliserida lebih dari 150 mg/dl dan kadar kolesterol darah lebih dari 200 mg/dl. Untuk menentukan atau mengukur adanya obesitas, ditentukan dengan mengukur tinggi badan (meter) dan berat badan (kilogram), dengan ramus indeks massa tubuh (IMT), yaitu: berat badan (kg)/tinggi badan (m2).

Untuk orang dewasa, termasuk kegemukan atau obesitas, bila nilainya lebih dari 23 kg/m2, sedangkan untuk anak hingga usia 19 tahun, kegemukan atau obesitas ditentukan dengan mengukur IMT dan membandingkannya dengan usia serta jenis kelamin yang terdapat pada grafik pertumbuhan WHO. Bila lebih dari 1 SD (standar deviasi) maka termasuk kegemukan atau obesitas.

Kegemukan atau obesitas dapat pula ditentukan untuk orang dewasa dengan mengukur lingkar pinggang (LP) untuk mengetahui adanya obesitas sentral. Alat yang digunakan meteran (bisa menggunakan meteran penjahit). Caranya tentukan dahulu tempat pengukuran dengan meraba tulang pinggang di bagian samping, kemudian can dengan cara meraba tulang rusuk paling bawah di bagian samping tubuh (di atas tulang pinggang). Pengukuran lingkar pinggang dilakukan di titik tengah antara tulang pinggang dan tulang rusuk paling bawah di bagian samping. Seseorang disebut mengalami obesitas sentral bila LP lebih dari 80 cm untuk wanita dan lebih dari 90 cm untuk pria.

Kegemukan atau obesitas juga dapat ditentukan dengan mengukur komposisi tubuh dengan menggunakan alat, yaitu Body Impedance Analyzer (BIA). Alat itu dapat mendeteksi adanya kelebihan lemak tubuh yang tidak dapat diketahui hanya dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan atau IMT. Pada banyak kasus ditemukan orang dengan IMT yang normal dan tidak terlihat gemuk, tetapi setelah diperik-sa dengan alat ini ternyata lemak tubuhnya lebih dari standar atau kegemukan/ obesitas. Alat canggih tersebut telah tersedia di RS Al Islam Bandung.

Untuk kadar trigliserida dan kolesterol dapat ditentukan dengan pe-meriksaan laboratorium dengan ba-han pemeriksaan dari darah yang di-ambil dari lengan. Sebaiknya hal ini dilakukan pagi hari dan haras sejak malam hari tidak mengonsumsi apa pun sejak pukul 22.00.

Saat ini, penderita penyakit kronis seperti penderita kencing manis, hipertensi, osteoartritis, penyakit jantung koroner, dan stroke juga semakin banyak, dan hal ini berkaitan dengan semakin meningkatnya penderita gizi lebih di Indonesia, Oleh karena itu, agar penderita penyakit kronis tidak semakin meningkat, penderita gizi lebih haras dikurangi.

Gizi lebih terjadi karena makanan yang dikonsumsi atau zat gizi yang dikonsumsi lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Kebutuhan zat gizi untuk setiap orang sangat individual. Oleh karena itu, mengapa dengan kebiasaan makan yang terlihat sama seseorang bisa gizi lebih sedangkan yang lain normal. Agar ! terhindar dari gizi lebih, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang melipuri wawancara (anamnesis), pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan komposisi tubuh dengan BIA, serta pemeriksaan laboratorium bila diperlukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dilakukan pengaturan pola hidup yang melipuri pengaturan pola makan sehat dan pola aktivitas fisik.

Mengapa demiMan? Karena gizi lebih merupakan akumulasi jangka panjang dari pola makan dan pola aktivitas fisik yang salah sehingga untuk memperbaikinya diperlukan upaya memodifikasi pola makan dan pola aktivitas fisik berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

Upaya modifikasi pola makan dan pola aktivitas tersebut sebenarnya memodifikasi gaya hidup dari yang sebelumnya "masalah" menjadi "benar" atau lebih. Untuk itu perlu dilakukan edukasi dan konsultasi secara bertahap untuk mengubah mind set pasien secara bertahap sehingga gaya hidupnya menjadi berubah menjadi lebih baik. Perubahan itu dapat diketahui dengan berat badan yang semakin turun, massa lemak (pemeriksaan BIA) yang semakin normal atau kadar trigliserida dan kolesterol yang juga semakin membaik.

Pentingnya Mengetahui Masalah Gizi dalam Keluarga

Tempat Wisata Budaya Ciung Wanara ini merupakan situs purbakala, disebut juga Situs Karangkamulyan. Berlokasi di perbatasan Kabupaten Ciamis-Kota Banjar, situs berisi tumpukan batu kuno berupa menhir atau tugu, serta makam di hutan seluas 25,5 hektare, tempat Kerajaan Galuh Purba terakhir yang diperintah Ciung Wanara.

Ciung Wanara adalah keturunan dari Raja Prabu Permana Dikusumah, raja yang memerintah Kerajaan Galuh Purba dengan wilayah sangat luas pada abad 7-8 Masehi. Kerajaannya membentang dari Hujung Kulon, Banten, hingga Hujung Galuh atau muara Sungai Brantas dekat Kota Surabaya sekarang. Kisah Ciung Wanara diturunkan melalui pantun Sunda serta tembang, lalu dituliskan ke dalam buku oleh penulis Sunda.

Alkisah, Raja Prabu Permana Dikusumah memiliki dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Setelah lama memerintah kerajaan, raja memutuskan menjadi pertapa. Ia memilih menterinya, Bondan Sarati atau Aria Kebonan, untuk mengurus kerajaan dengan syarat memerintah dengan benar serta menjaga kedua ratunya.

Sebelum bertakhta, Aria Kebonan diubah penampilannya sehingga mirip dengan raja serta mengubah namanya menjadi Prabu Barma Wijaya. Semua rakyat memercayainya, kecuali Uwa Batara Lengser, pembesar istana.

Prabu Barma Wijaya memerintah kerajaan dengan sewenang-wenang. Tak berapa lama, kedua ratu memimpikan kejatuhan bulan dan mereka hamil. Setelah yakin kedua ratu hamil, Prabu menghendaki pertapa itu mati.

Kemudian, Dewi Pangrenyep melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Hariang Banga. Tak lama, Dewi Naganingrum pun melahirkan. Namun, kelahiran bayi Dewi Naganingrum tak dikehendaki Raja Barma Wijaya. Melalui persekongkolan dengan Dewi Pangrenyep, bayi Dewi Naganingrum ditukar dengan seekor anak anjing dan bayinya dibuang ke sungai.

Dewi Naganingrum hendak dihukum mati, tetapi disembunyikan di hutan oleh Uwa Batara Lengser. Bayi laki-laki yang hanyut diselamatkan oleh sepasang suami istri tua di Desa Geger Sunten, tepian Sungai Citanduy. Mereka biasa memasang bubu dari bambu sebagai perangkap ikan. Di bubu itulah keranjang bayi tersangkut.

Seiring dengan waktu, bayi itu tumbuh menjadi pemuda tampan. Saat ikut orangtua angkatnya berburu di hutan, anak itu melihat sejenis burung dan kera. Lalu ditanyakanlah nama hewan itu, yang dalam bahasa Sunda adalah ciung dan wanara. Pemuda itu pun dijuluki Ciung Wanara. Ia lalu memenangi separuh Kerajaan Galuh melalui adu sabung ayam dan bertemu saudaranya, Hariang Banga, putra mahkota. Perang saudara pun tak terelakkan.

Untuk menengahi, Raja Prabu Permana Dikusumah tiba-tiba muncul kembali, lantas membagi kerajaan menjadi dua, Kerajaan Galuh Purba diperintah oleh Ciung Wanara dan kerajaan sebelah timur atau Jawa diperintah oleh Hariang Banga, dipisahkan Sungai Pamali atau Cipamali di Brebes. 

Wisata Budaya Ciung Wanara, Situs Purbakala Tempat Kerajaan Galuh Purba Terakhir

Bandung merupakan kota tempat berburu barang bekas berkualitas. Sejumlah pasar loak yang tersebar, menjadi alasan utama bagi pemburu barang bekas mencari buruannya di kota kembang. Salah satu pasar barang bekas yang menjadi favorit sejak puluhan tahun lalu adalah Pasar Jatayu di Jalan Komodor Udara Supadio, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo.

Pasar Jatayu dikenal sebagai pusat jual beli suku cadang bekas, baik sepeda motor maupun mobil. Onderdil yang dijual tidak melulu untuk kendaraan keluaran terbaru, suku cadang kendaraan kuno atau zaman dulu pun masih bisa ditemukan di kawasan ini. Mereka yang mendatangi Pasar Jatayu biasanya mencari mulai dari peralatan seperti pelek, knalpot, tangki motor, shockbreaker hingga bodi motor.

Komoditas lain yang juga ditawarkan pedagang Pasar Jatayu adalah mesin cuci bekas, kulkas bekas, hingga beraneka macam perkakas mesin, logam, dan listrik. Sebagian besar barang yang dijual di pasar itu berasal dari tukang loak yang biasa keliling ke rumah-rumah. Pabrik-pabrik yang gulung tikar dan menjual inventarisnya juga menjadi sasaran para pedagang untuk mendapatkan stok barang jualan.

Peminat onderdil dan barang bekas di kawasan Jatayu itu bukan hanya berasal dari Bandung, melainkan juga dari kota-kota di sekitarnya. Selain ragam varian komoditasnya, banyak pembeli yang melakukan transaksi di sana antara lain juga karena harga barang yang murah. Penjual menawarkan barang dagangannya dengan harga 25%-30% lebih murah dibandingkan dengan harga di tempat lain. Selain membeli barang dengan uang, biasanya para pedagang juga menerima sistem tukar tambah untuk barang-barang tertentu.

Awalnya, kawasan Jatayu terkenal sebagai tempat perdagangan barang antik. Banyak pembeli mancanegara yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat datang ke sana. Namun, seiring perkembangan zaman, barang-barang antik sudah tidak ditemukan lagi. Pada 1957, dengan dana swadaya dari pedagang, bangunan Pasar Jatayu didirikan di atas lahan milik Pemerintah Kota Bandung. Tahun 2006 pasar direnovasi menjadi bangunan semipermanen yang lebih modern. Pedagang tersebar ke dalam empat blok dan masing-masing menempati kios berukuran 2x3 meter. Pada 20 Mei 2015 peristiwa kebakaran menghanguskan puluhan kios di blok A yang menjual bermacam onderdil kendaraan roda empat.

Pasar Jatayu, Pusat Jual Beli Suku Cadang Bekas Dulunya Tempat Perdagangan Barang Antik

Amandel merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Fungsinya sebagai pertahanan tubuh (imunitas) lokal atau dalam pengertian mudahnya sebagai penjaga gerbang. Ketika ada suatu serangan kuman atau infeksi melalui makanan dan hirupan nafas, amandel berfungsi sebagai "alarm".

Adakalanya amandel terkena peradangan. Ketika terjadi radang, amandel yang awalnya berfungsi sebagai penjaga gerbang, bisa beralih fungsi menjadi sarang kuman. Ukurannya menjadi lebih besar daripada biasanya, berwarna kemerahan, dan terkadang disertai kemunculan bintik-bintik nanah di sekitar amandel.

Ada beberapa penyebab terjadinya radang amandel atau tonsilitis. Pada umumnya hal itu disebabkan virus dan bakteri, yang masuk melalui pernapasan dan makanan yang dikonsumsi. Jika dikarenakan oleh infeksi bakteri, umumnya gejalanya bisa berbentuk pembengkakan kelenjar getah bening pada area tenggorokan, timbulnya beberapa bintik nanah di sekeliling amandel, kadangkala diikuti demam. Sementara itu, bila radang amandel dikarenakan infeksi virus, beberapa gejala yang timbul dianggap lebih ringan dari infeksi bakteri, kerap juga diikuti gejala pilek (influenza) dan batuk.

Gejala lain yang timbul akibat radang amandel adalah sakit ketika menelan, nyeri kepala, badan lemah, hingga nyeri di bagian telinga. Ukuran amandel yang membesar juga bisa menghambat pernapasan dan tidur mendengkur.

Jenisnya ada dua, yaitu radang amandel akut dan kronis. Radang amandel akut biasanya akan sembuh dengan sendirinya atau ketika diberi pengobatan, sedangkan radang amandel kronis terjadi secara berulang dan berkelanjutan.

Sebagian kasus radang amandel akan sembuh dengan sendirinya, tergantung dari penyebabnya. Ketika masih berada di tingkat akut, penanganan bisa dilakukan dengan penggunaan obat kumur, obat analgetik, dan pereda nyeri. Jika penyebabnya adalah bakteri, diperlukan antibiotik dengan dosis yang tepat.

Akan tetapi, pada kasus radang amandel yang tergolong parah dan berada di tingkat kronis, biasanya dokter akan menyarankan operasi pengangkatan amandel (tonsilektomil). Operasi ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu operasi konvensional menggunakan pisau, serta menggunakan teknologi coblation.

Teknologi coblation memungkinkan minimnya perdarahan karena ketika dilakukan pemotongan amandel dengan ablasi, bersamaan dengan dihentikannya perdarahan dengan congulisasi di saat yang sama.

Baik untuk anak-anak dan dewasa, prosedur bius total dilakukan. Kalau dulu, untuk anak-anak dilakukan bius total, sedangkan dewasa bius lokal. Kalau sekarang, semuanya dengan bius total untuk meminimalisasi risiko.

Dibandingkan dengan pemotongan amandel secara konvensional, pemotongan menggunakan coblation lebih menekan rasa nyeri dan perdarahan. Prosesnya berlangsung lebih cepat, yaitu sekitar 20 menit. Sementara itu, untuk proses pemotongan konvensional, biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Masa pemulihan setelah operasi juga berbeda. Untuk pemotongan amandel secara konvensional, pemulihannya sekitar 1-2 minggu, sedangkan ketika menggunakan coblation membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Operasi Amandel untuk Atasi Tonsilitis

Berdasarkan data Unicef, lebih dari 300.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia karena penyakit diare di tahun 2015. Tak heran jika diare dianggap sebagai pembunuh anak-anak di bawah umur terbesar kelima di seluruh dunia.

Di Indonesia, angkanya bisa mencapai lebih dari seratus ribu anak yang meninggal dunia. Padahal, seperti pneumonia, diare juga dapat dicegah agar tidak terjadi pada anak. Angka itu sangat mengkhawatirkan karena untuk pencegahannya sangat mudah, antara lain menjaga sanitasi lingkungan, memilih makanan yang higienis, serta rajin mencuci tangan.

Diare memang bukan kasus baru di dunia kesehatan anak. Nyaris setiap anak, utamanya anak balita, pernah terkena diare, baik tingkat rendah maupun gawat. Menurut review yang dipublikasikan dalam laman The Lancet, sebagian besar kasus diare yang terjadi disebabkan oleh enam patogen. Patogen yang paling banyak berperan sebagai penyebab dari diare adalah adenovirus, enterotoxin-producing E. coli, Cryptosporidium, Shigella dan rotavirus, dan Campylobacter.

Diare adalah gangguan sistem dan organ pencernaan akibat virus, bakteri, jamur, maupun toksin (keracunan). Diare ditandai dengan perilaku buang air lebih dari tiga kali sehari, dengan feses yang lebih lunak, cair, bahkan berbau.

Diare erat kaitannya dengan dehidrasi. Saat terjadi diare, seseorang akan kehilangan sebagian besar cairan dan elektrolit dalam tubuhnya. Oleh karena itu, ciri-ciri anak yang menderita diare juga sama dengan gejala dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh, seperti anak terlihat lemas, ubun-ubun cekung pada bayi, kelopak mata menjorok, bibir kering, minum dengan cepat, serta elastisitas kulit terutama bagian perut berkurang.

Upaya penanganan pertamanya hanya satu, terus beri minum karena anak tengah kekurangan cairan. Rata-rata orangtua enggan memberi minum anak karena khawatir muntah. Padahal, tidak apa-apa. Jangan sampai anak lebih kehilangan cairan lagi sehingga kondisinya tambah gawat.

Muntah pada bayi, biasanya disebabkan gastroentritis atau gangguan pada saluran pencernaan. Akan tetapi, itu tidak menjadi halangan pemberian cairan pada anak untuk mencegah dehidrasi. Walau muntah, tetaplah berikan minum.

Misalnya, diberi minum 200 ml, tapi anak kemudian muntah. Siapa tahu yang dimuntahkannya itu hanya 100 ml, jadi kan masih ada cairan yang tersimpan di tubuhnya.

Satu hal lagi, selama diare, epitel usus rusak sehingga tidak bisa menyerap laktosa. Sementara, laktosa yang gagal diserap bisa "dimakan" oleh kuman sehingga menyebabkan gas dan asam. Hal tersebut yang biasanya memicu muntah. Ini artinya, selama diare sebaiknya tidak memberikan susu yang mengandung laktosa kecuali ASI.

Untuk penanganan, paling baik jika cairan yang diberikan pada anak berupa elektrolit atau cairan garam seperti oralit. Hanya, dari segi rasa banyak anak yang tidak suka. Oleh karena itu, meminum air mineral saja dalam jumlah banyak sudah bisa menjadi pertolongan pertama.

Adapun pencegahan paling utama agar diare tidak menimpa anak adalah menjaga sanitasi dan barang-barang di sekitar anak dengan higienis. Biasakan cuci tangan setelah buang air, juga sebelum dan setelah makan.

Jika diare belum reda, bisa dibawa ke dokter. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan penyebab timbulnya diare. Jika akibat bakteri dan jamur, anak akan diresepkan antibiotik atau antijamur. Namun, untuk kasus diare akibat virus, rata-rata bisa sembuh sendiri.

Cara Cegah Diare dari Rumah

Sosok Indra Sjafri sebagai pelatih sepak bola Timnas Indonesia U-19 mencuat ketika dia berhasil membawa timnya menjadi juara Piala AFF 2013 lalu. Tak ada yang menyangka, di tengah karut-marutnya sepak bola Indonesia, Indra sukses membentuk tim U-19 melalui pencarian pemain muda di sejumlah daerah di Indonesia. Harus diakui, regenerasi pemain sepak bola di Indonesia tak berjalan baik. Indra akhirnya blusukan mencari pemain sepak bola berpotensi yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Tujuan dia, membawa Indonesia berlaga di ajang Piala Dunia.

Kisah Indra Sjafri yang menginspirasi ini membuat Mizan Production dan Bogalakon Pictures akhirnya membuat film "Garuda 19" yang mulai tayang 9 Oktober 2014 lalu di sejumlah bioskop di Indonesia. Sebuah film tentang mimpi, harapan, dan kebanggaan terhadap Timnas Indonesia. Diadaptasi dari buku Semangat Membatu karya Rudi Gunawan, sutradara sekaligus penulis skenario Andibachtiar Yusuf mengadaptasi isi buku itu ke layar lebar.

Mengambil lokasi shooting di lima kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Solo, Konawe Selatan, dan Alor, film "Garuda 19" berupaya mewujudkan senyata mungkin kisah perjalanan Indra Sjafri membentuk Timnas Indonesia U-19. Di film berdurasi 110 menit itu, penonton bisa melihat proses ditemukannya para bintang lapangan seperti Sahrul Kurniawan, Yabes Roni, dan Evan Dimas.

Kekuatan akting para aktor di film "Garuda 19" patut diacungi jempol. Karakter penokohan yang kuat menjadi kekuatan film ini. Sutradara Andibachtiar agaknya perlu bekerja ekstra untuk menghadirkan sesuatu yang lain dari cerita panjang Timnas Indonesia U-19. Salah satunya dengan menghadirkan ensambel pemain yang mumpuni. Sebagai Indra Sjafri ada Mathias Muchus yang bermain brilian. Kendati secara fisik kurang mirip, tetapi gaya bicara serta gestur tubuh Muchus sukses mewujudkan Indra Sjafri ke layar lebar. 

Selain Muchus, ada sejumlah aktor muda yang kebagian peran menjadi para pemain sepak bola. Aktor Rendy Ahmad didaulat menjadi Sahrul Kurniawan. Selain itu ada Yusuf Mahardika yang memerankan Evan Dimas, Beta Sumarlin sebagai Yabes Roni, dan Gaza Zubizaretta menjadi Yazid yang gagal lulus menjadi pemain Timnas U-19 karena cedera. Sifat film yang kolosal dan membutuhkan banyak pemain membuat Andibachtiar menyiasati dengan melibatkan sejumlah pemain lokal di lima lokasi shooting.

Andibachtiar menambahkan footage gambar dari kejadian sebenarnya untuk menghadirkan film yang detail dan masuk logika penonton. Salah satu contohnya, adegan ribuan penonton yang memadati Stadion Gelora Bung Karno. Dengan gambar yang detail, serta dramatisasi cerita yang pas, film "Garuda 19" berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Tak berlebihan juga rasanya jika di beberapa adegan saat Timnas U-19 sukses mencetak gol, penonton film ini akan bangkit dari kursi untuk turut berteriak senang memberi semangat.

Harapan baru
Film "Garuda 19" dibuka dengan adegan saat Timnas U-19 memenangi drama adu penalti saat berlaga di Sidoarjo, tahun 2013. Dari situ alur film mundur saat Indra dan tim asisten pelatih mencari pemain untuk memperkuat Timnas U-19. Latar belakang cerita tiga tokoh inti, yaitu Sahrul Kurniawan, Yabes, dan Yazid pun dihadirkan. Di bagian ini, pemandangan Indonesia yang indah di Pulau Alor dan Konawe Selatan memanjakan mata. Jalan hidup mempertemukan Indra dengan tiga pemain berbakat itu.

Selanjutnya, penonton disuguhi sejumlah adegan latihan dan lika-liku Indra melatih timnya. Banyak pihak yang tak memercayai dan mendukung Indra, tetapi Indra dan anak-anak latihnya tidak patah semangat. Doktrin Indra yang menyuntikkan keyakinan kalau mereka bisa sampai di Piala Dunia dikobarkan sejak Timnas U-19 terbentuk.

Puncaknya ketika akhirnya mereka meraih gelar juara AFF 2013. Timnas Indonesia U-19 era Evan Dimas dkk. menjadi harapan baru sepak bola Indonesia. Film "Garuda 19" ditutup dengan manis, sebuah kemenangan yang mengawali perjalanan panjang dan sejumlah pekerjaan rumah untuk tetap menghidupkan sepak bola Indonesia.

Semoga kejayaan Timnas Indonesia tak hanya sekadar di film. [Windy Eka Pramudya/PRM]

Film Garuda 19, Perjalanan Tim Sepak Bola U-19

Bergaya dengan sepatu impor untuk dikenakan sehari-hari? Ah, terlalu mainstream! Ingin mencoba sesuatu yang baru tetapi tetap keren? Saatnya benar-benar mewujudkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri dengan mengenakan sepatu handmade lokal yang kualitasnya tak kalah bersaing dengan produk impor.

Ada puluhan ragam sepatu kerja bagi pria dan wanita yang keren dan tentu saja nyaman dikenakan. Selain bicara soal style dan keserasian, faktor kenyamanan dalam memilih sepatu kerja tentu juga menjadi penentu yang dominan. 

Menurut The Society of Chiropodists and Podiatrists, setiap hari kaki membawa beban tubuh ke mana pun kita pergi. Beban ini secara otomatis akan memengaruhi bentuk dan kondisi kesehatan kaki. Inilah sebabnya kita harus cerdas memilih sepatu yang digunakan sehari-hari, terutama sepatu kerja karena dikenakan dalam durasi yang cukup panjang setiap hari atau selama bekerja. 

Sepatu kerja biasanya bermodel simpel, anggun, dan profesional sehingga mendukung keseluruhan penampilan saat menggunakan busana kerja. Biasanya, sepatu kerja memiliki warna dan dekorasi formal. Untuk warna, kebanyakan tak terlalu mencolok. Warna hitarn dan cokelat masih menjadi primadona. Namun, beberapa saat terakhir, penggunaan warna yang agak cerah seperti merah, pink, biru, hijau, dan silver juga banyak dipilih, tergantung peraturan yang diberlakukan perusahaan.

Dengan banyaknya model sepatu kerja yang keren dan trendi, jurang pemisah antara sepatu formal dan kasual semakin tipis. Apalagi ketika kantor memberlakukan aturan casual Friday, keleluasaan bisa semakin didapat sambil masih tetap menuruti aturan berpakaian di kantor. Jadi, mengapa takut bergaya dengan sepatu kerja? 

Sepatu Kerja Pria

Cukup banyak pria yang mulai merasakan pentingnya sepatu yang dipilih. Bahkan saat harus pergi ke kantor, banyak pria yang memikirkan kesesuaian busana dengan sepatu yang akan dikenakan. Dengan begitu, penampilan akan tetap terjaga sambil menguatkan sisi profesionalitas.

Berikut beberapa model sepatu yang paling banyak dipilih pria untuk pergi ke kantor:
Sepatu hitam bertali
Sepatu ini wajib dimiliki pria karena dibutuhkan nyaris di semua sektor pekerjaan. Sepatu dengan model klasik ini cocok dikenakan dengan padanan busana apa pun, mulai dari yang sangat formal seperti setelan atau semiformal dengan kemeja yang dipadu celana khaki, hingga pakaian kasual seperti jins.

Sepatu boot
Siapa bilang sepatu boot hanya cocok dikenakan dengan jins dan hanya bisa dipakai saat suasana kasual? Sepatu yang sebenarnya diperuntukkan bagi kegiatan di luar ruangan ini dapat menjadi formal jika dipadukan dengan setelan jas dan celana formal yang tepat. Model jas yang direkomendasikan untuk dipadukan dengan sepatu boot adalah jas yang slim.

Sepatu loafer
Sepatu formal model loafer atau sepatu tanpa tali juga banyak diburu kaum Adam karena pemakaiannya yang simpel. Awalnya, sepatu jenis ini tidak terlalu diminati karena dinilai berdesain kaku. Namun, dengan variasi yang menarik, keberadaan sepatu ini semakin diminati.

Sepatu monk strap 
Sepatu jenis ini menggunakan pengait dan pengencang atau strap sebagai pengganti tali. Dua jenis sepatu monk strap ini adalah sepatu dengan strap tunggal atau dengan banyak strap sebagai variasi detail. Bentuk dasar sepatu strap ini adalah sepatu pantofel sehingga sangat pas dikenakan dalam suasana formal atau semiformal.




Sepatu Handmade Lokal Tak Kalah Gaya

Partisi yang membagi ataupun menyekat ruangan memang memiliki banyak keuntungan dan fungsi. Penggunaannya pun bisa secara fungsional atau hanya menjadi elemen dekoratif yang memberikan aksen pada keseluruhan desain interior.

Kebanyakan partisi memang bersifat mobile atau mudah dipindahkan. Apalagi, partisi berbentuk panel lipat yang sangat fleksibel peletakannya. Ya, partisi itu praktis dan indah. Namun, bagaimana cara menentukan partisi sesuai yang kita butuhkan?

Berbagai sumber menyebutkan beberapa panduan sebelum kita menentukan partisi seperti apa yang kita butuhkan atau beli maupun kita buat. Berikut ini beberapa panduan yang bisa dimulai dari beberapa pertanyaan yang harus kita jawab sendiri.

Apa gaya yang ingin kita pilih?
Ada banyak desain partisi yang bisa kita pilih. Untuk membantu menentukan pilihan, mulailah dengan menganalisis apa gaya dekorasi ruangannya saat ini. Itu akan membantu menentukan gaya apa yang akan melengkapinya. Kalau gaya ruangan itu kasual atau eklektik, partisi dari rotan bisa memberikan sentuhan yang pas. Kalau memiliki ruang yang lebih bergaya kontemporer, pertimbangkanlah partisi berbahan kulit imitasi atau yang dibungkus dengan bahan kain seperti suede. Kalau ingin bergaya tradisional, partisi ala Jepang cocok dipilih.

Seberapa tinggi dan lebar partisi ruangan yang harus kita pillh?
Menentukan ukuran, itu sangat bergantung pada seberapa banyak privasi yang kita inginkan. Kalau partisi itu ingin difungsikan sebagai dinding pembatas, gunakan partisi yang tingginya hampir menyentuh atau betul-betul menyentuh plafon langit-langit rumah. Gunakan panel yang cukup panjang untuk memotong ruangan menjadi beberapa bagian yang diinginkan. Partisi semacam itu bisa tetap bergaya dekoratif seperti dimanfaatkan sebagai tempat menggantung bingkai foto ataupun rak penyimpanan.

Apa material yang sebaiknya kita pilih?
Jawaban atas pertanyaan ini merupakan keputusan pertimbangan estetik dan fungsional sekaligus. Materi yang ringan seperti kanvas akan lebih melengkapi dekorasi ruangan dibandingkan dengan materi yang lebih substansial seperti kayu atau lacquer. Bahan kanvas itu memang akan membuat cahaya masih menembus batasnya. Kalau menginginkan panel kanvas sebagai detail dekoratif, pilihlah kanvas bergambar.

Apakah kita harus menggunakan partisi yang bisa digulung ke atas?
Partisi yang bisa digulung ke atas itu bentuknya menyerupai window blind. Partisi itu terhubung sampai ke plafon langit-langit rumah dan dikaitkan ke atas dengan menggunakan nook. Saat ingin dimanfaatkan membatasi ruang demi privasi, barulah partisi itu dilepaskan ke bawah. Bila ingin menggunakan partisi seperti itu, pilihlah yang tingginya mencapai 1,8 meter. Dengan tinggi seperti itu, barulah partisi akan betul-betul bermanfaat untuk privasi ruangan. 

Cara Menentukan Partisi Sesuai yang Kita Butuhkan