Jumat, 03 Januari 2020

Bayi Sering Gumoh? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi sering gumoh itu sebetulnya suatu hal yang umum terjadi, terlebih bila usianya belumlah genap 1 tahun. Tetapi jika gumohnya berlebihan, ini dapat menyebabkan orang tua merasa khawatir, khususnya masih belum memiliki pengalaman.

Menurut dokter, bayi yang sering gumoh bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Anda pun tidak usah membandingkan buah hati Anda dengan bayi lainnya karena tidaklah sama frekuensi dan banyaknya gumoh yang dikeluarkan oleh  setiap anak. Sebetulnya bayi kerap gumoh bukanlah kondisi yang mencemaskan jikaa tidak menghambat tumbuh kembang bayi tersebut. 


Gumoh adalah kondisi normal yang dikarenakan oleh kerongkongan bayi belum berkembang sempurna dan ukuran lambung bayi yang masih amat kecil. Pada umumnya gumoh akan menghilang saat perkembangan bayi 6 bulan. Pada waktu itu, cincin otot di dasar kerongkongan bayi biasanya telah bisa berfungsi secara baik sehingga asupan yang masuk ke dalam perut si kecil tidak gampang keluar.

Disamping mengeluarkan makanan atau cairan susu, gumoh pun dapat disertai cegukan, batuk, tersedak atau sendawa beberapa saat, menolak untuk makan atau menangis ketika menyusu maupun diberi makan.

Cara Mengatasi Gumoh
Beberapa cara dapat dilakukan bila bayi sering mengalami gumoh. Pertama, biasakanlah saat menyusui bayi atau memberi makan dalam posisi lebih tegak, jagalah keadaan itu kira-kira 20-30 menit sesudah pemberian makan atau susu, biarkan asupan turun terlebih dahulu dalam saluran cerna dan tidak boleh langsung diajak bermain.

Cobalah untuk memberikan makanan atau susu lebih sedikit, tetapi dengan frekuensi relatif sering. Lalu tidak boleh lupa membuat bayi sendawa setiap setelah menyusu atau bila perlu lakukan ini di tengah-tengah menyusu, yakni kurang lebih 2-3 menit sekali.

Bayi yang menyusu memakai dot, alangkah baiknya diperhatikan ukurannya dengan teliti. Dot yang terlampau besar bisa menimbulkan gumoh lantaran susu yang keluar kebanyakan untuk bayi, dan jangan biarkan bayi menghisap dari botol dot yang telah kosong.

Jangan biasakan bayi tidur dalam posisi tengkurap. Sebaiknya bayi tidur dalam keadaan telentang, dengan letak kepala agak lebih tinggi dari kaki dan badan. Hal ini pun bisa mencegah sindrom kematian bayi mendadak atau dalam istilah medis disebut Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Tindakan-tindakan yang juga bisa dilakukan untuk meredakani gumoh adalah membubuhkan zat pengental ke dalam makanan atau mengurangi konsumsi susu sapi untuk bayi, khususnya pada bayi yang dicurigai mengalami intoleransi laktosa. Tetapi, tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk memperoleh penanganan yang tepat jika dianggap perlu.

0 comments:

Posting Komentar