Senin, 25 November 2019

Waspada Muntaber Saat Musim Hujan

Mari-Sehat.com - Memasuki masa peralihan ke musim hujan, ada sebagian penyakit yang biasa mengintai. Salah satunya, muntaber yang bisa diderita semua kalangan, sejak bayi hingga dewasa.

Muntaber dalam bahasa medis disebut sebagai gastroenteritis, yakni peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan, khususnya lambung dan usus. Muntaber biasanya disebabkan oleh infeksi, baik bakteri maupun virus. Akan tetapi, muntaber bisa disebabkan oleh faktor lain, contohnya keracunan makanan dan reaksi terhadap obat-obatan.


Perubahan cuaca tidak secara langsung menyebabkan muntaber atau gastroenteritis. Akan tetapi, perubahan cuaca (musim kemarau ke musim hujan) bisa menimbulkan kondisi khusus seperti banjir. Situasi itu menyebabkan kondisi lingkungan yang kurang bersih dan menyebabkan kuman berkembang biak secara cepat.

Itulah yang menjadi faktor risiko meningkatnya kasus muntaber. Penyakit itu bisa mengenai siapa saja, baik anak maupun dewasa. Anak lebih berisiko terkena karena anak-anak kebanyakan jorok dan belum mengerti tentang kebersihan. Contohnya, bermain atau memegang yang kotor, lalu memakan sesuatu tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Selain itu, sistem imun anak belum sebaik orang dewasa.

Ia mengatakan, pada dasarnya, gejala muntaber pada anak dan dewasa sama. Adapun gejalanya antara lain sakit dan kram perut, mencret, muntah, tidak nafsu makan, demam, sakit kepala, pegal linu, lemah dan lesu, serta berat badan turun.

Prinsip penanganan muntaber adalah menggantikan cairan yang terbuang disebabkan diare atau muntahnya. Penderita muntaber harus banyak minum air putih. Bila perlu, minum juga oralit setiap kali diare atau muntah untuk menghindari dehidrasi dan memelihara kadar elektrolit dalam tubuh.

Bergantung kondisi
Pasien muntaber harus dirujuk ke klinik atau rumah sakit bergantung pada kondisinya. Apabila tidak ada perubahan selama beberapa hari, terdapat gejala dehidrasi seperti jarang buang air kecil dan mulut kering, lalu badan terasa lemah berkepanjangan, tidak mau makan dan minum, serta buang air besar disertai darah, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Yang harus diwaspadai adalah anak-anak yang menderita muntaber. Apabila anak penderita muntaber didapati tanda-tanda dehidrasi seperti frekuensi buang air kecil dan volume urine yang menurun drastis, anak menangis dan rewel terus, bahkan bisa menangis tanpa air mata, lalu terlihat lesu, tidak mau makan dan minum, mata terlihat cekung, serta diare disertai darah, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menghindari hal-hal yang fatal.

Sudah barang tentu muntaber bisa dihindari. Pada prinsipnya adalah menjaga kebersihan. Mencuci tangan menggunakan sabun pada saat-saat penting sebelum makan, setelah BAB (buang air besar), sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak, dan sebelum menyediakan makanan.

Hindari jajan sembarangan dan mengonsumsi makanan yang belum atau setengah matang. Cuci sayur-sayuran atau buah-buahan hingga benar-benar bersih sebelum mengonsumsinya. Belilah air minum dalam kemasan dan hindari mengonsumsi es batu yang kebersihannya tidak terjamin (es batu dari air mentah).
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

0 comments:

Posting Komentar