Senin, 25 November 2019

Cari Tahu Tips Terbaik Mempertahankan Karyawan Millenial di Perusahaan

Semua pemilik bisnis atau perusahaan pasti mengetahui bahwa karyawan adalah asset terbaik perusahaan. Karyawan yang berkualitas bisa membawa dampak baik bagi kemajuan perusahaan. Namun, mengatur dan mengelola karyawan bukanlah hal yang mudah, apalagi kebanyakan karyawan sekarang adalah generasi millennial yang tidak takut untuk berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.

Memberikan gaji tinggi saja tidak cukup, walaupun sudah didukung aplikasi gaji karyawan yang dapat mengkalkulasi bonus dan komisi secara mudah sebagai daya tarik. Pemilik bisnis harus memiliki strategi yang tepat agar tak kehilangan karyawan terbaiknya. 


Para generasi millennial sering berpindah perusahaan ketika mereka merasa pekerjaan mereka tak lagi memiliki tantangan dan tak ada lagi ilmu yang bisa diambil. Lalu, apa saja cara perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaiknya? Simak beberapa tips ini.

1. Adakan pelatihan
Para generasi millennial senang dengan adanya tantangan. Pelatihan atau kegiatan yang dapat menambah wawasan bagi karyawan menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan potensi mereka. Para karyawan juga akan merasa diperhatikan dan mau terus belajar. Utamakan untuk mengadakan pelatihan yang bersifat menjaga loyalitas karyawan serta kedekatan antar karyawan. Jika dua hal itu telah mereka rasakan, maka mereka akan berpikir dua kali untuk meninggalkan perusahaan Anda.

2. Berikan reward 
Penghargaan menjadi salah satu hal yang dicari oleh para generasi millennial, selain uang tentunya. Anda bisa memberikan penghargaan berupa liburan atau jatah cuti kepada para karyawan yang bekerja dengan maksimal. Penghargaan semacam ini dianggap lebih diapresiasi oleh para karyawan millennial. 

3. Hilangkan hirarki di dalam perusahaan
Bagi generasi millennial, hirarki hanya sebuah formalitas yang diperlukan untuk keabsahan perusahaan. Namun, jangan berharap mereka akan menuruti hal tersebut. Bagi mereka, kolaborasi dan bertukar pikiran dengan leader, karyawan senior dan manajer lebih penting. Mereka lebih menyukai hal yang bisa dikerjakan bersama daripada harus menuruti hirarki perusahaan.

4. Berikan tantangan
Karyawan millennial tidak menyukai pekerjaan yang monoton dan bersifat rutin. Tantangan adalah hal yang mereka butuhkan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Sifat para karyawan millennial yang satu ini jelas bisa menjadi dampak baik bagi perusahaan. Perusahaan bisa memberikan tantangan kerja, training, workshop, beasiswa, atau dilibatkan dalam sebuah tim dengan project khusus. Hal-hal semacam ini bisa menjadi daya tarik sendiri bagi para karyawan millennial.

5. Buat lingkungan yang nyaman
Lingkungan kerja dan rekan kerja yang nyaman bisa menjadi poin plus bagi perusahaan. Lingkungan kerja yang fleksibel dan membiarkan mereka menyalurkan kreativitasnya adalah hal yang dibutuhkan oleh para millennial. 

Misalnya saja dengan mengadakan outing atau kegiatan outdoor sesama karyawan, seperti yang dilakukan oleh SIM, sebuah perusahaan outsourcing alih daya yang berbasis di Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan oleh manajemen karena sebagai perusahaan outsourcing mereka harus memastikan setiap karyawan merasa nyaman dan betah, yang berujung pada meningkatnya kualitas layanan ke pelanggan.

Mempertahankan dan memberdayakan karyawan millennial memang menjadi hal yang mudah namun tetap sulit dilakukan. Kebebasan menjadi nomor satu bagi mereka dan perusahaan harus mencari strategi jitu agar tak kehilangan talenta terbaik. 

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

0 comments:

Posting Komentar