iklan space 728x90px

Beda Muntaber dengan Keracunan Makanan


Mari-Sehat.com - Gejala muntaber dan ciri keracunan makanan bisa saling tumpang tindih. Kedua gangguan pencernaan itu sama sama dapat menyebabkan muntah, diare, sakit perut, kembung, kelelahan, dan mungkin demam.

Gejalanya mirip-mirip. Biasanya, dokter akan memperhatikan keluhan utama pasien. Contohnya. pada kasus diare, muntaber/flu perut, dan keracunan makanan, keluhan utama pasien adalah mencret dan atau muntah. Lalu, dokter akan melakukan anamnesis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan menegakkan diagnosis pasien.

Dilansir dari laman halodoc.com, keracunan makanan adalah segala gejala yang timbul akibat makanan yang terkontaminasi. Keracunan makanan terjadi karena organisme kontaminan masuk ke dalam makanan. Escherichia coli (E. coli), Clostridium botulinum, Listeria, Campylobacter, dan Salmonella adalah organisme yang kerap mengakibatkan keracunan makanan.

Kasus-kasus keracunan makanan umumnya tidak membutuhkan penanganan tertentu. Gejala umumnya lenyap dalam beberapa hari. Pada penderita dewasa dan anak yang kehilangan cairan demikian banyak lantaran diare dan muntah butuh memperoleh asupan cairan tambahan.

Caranya bisa dengan menambah asupan cairan dan elektrolit. Asupan cairan dan elektrolit bisa menggantikan cairan tubuh yang lenyap akibat muntah dan diare. Menghindari makanan yang mengiritasi lambung seperti kopi, alkohol, makanan pedas, dan berlemak dapat mengurangi 
Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Tidak ada komentar untuk "Beda Muntaber dengan Keracunan Makanan"