Minggu, 18 Agustus 2019

Seputar ASI yang Perlu Anda Ketahui

Menyusui anak adalah salah satu perintah yang sangat dianjurkan oleh Allah swt kepada para ibu, baik ibu kandung maupun bukan ibu kandung yang mampu menyusui. Hal itu karena air susu ibu (ASI) memiliki peran yang penting bagi tumbuh kembang bayi, yaitu sebagai makanan terbaik untuk bayi hingga usia yang dianggap sempurna yakni dua tahun. Dan kewajiban ayah memberikan makan kepada para ibu yang sedang menyusui dengan makanan yang toyib dan halal baik dari zatnya maupun dari cara mendapatkannya agar ASI yang dihasilkan berkualitas sehingga bayi menjadi sehat baik jasmani maupun rohaninya.

Komposisi ASI mengandung 88% air. Sisanya terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, enzim, dan hormon. Volume ASI yang dihasilkan oleh seorang ibu tidak tergantung pada ukuran besarnya payudara, tetapi lebih dipengaruhi oleh makanan yang bergizi yang dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui. Jadi, selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu baik, maka insyaallah produksi ASI dapat mencukupi untuk kebutuhan bayi.

Namun, hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah faktor psikologis, yang juga menjadi faktor penyebab sedikit banyaknya produksi ASI yang dihasilkan. Hal lain yang perlu diperhatikan agar kuantitas dan kualitas ASI baik ialah, ibu yang menyusui harus memperhatikan kebersihan diri dan melakukan perawatan payudara.

Pemberian ASI kepada bayi dapat diberikan sesaat setelah kelahiran bayi dan selanjutnya diberikan secara eksklusif selama 6 bulan. Artinya, selama 6 bulan bayi tidak diberikan makanan dan minuman tambahan selain ASI. Setelah masa 6 bulan penyusuan dengan hanya memberikan ASI maka bayi boleh diberikan makanan tambahan dan tentunya ASI tetap diberikan hingga usia penyapihan/penyempurnaan penyusuan selama 2 tahun.

ASI sangat bermanfaat bagi bayi Anda karena mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi. Secara alamiah, ASI memiliki kandungan untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi yang disesuaikan dengan usia kelahiran bayi. Jika bayi lahir prematur, maka ASI yang diproduksi akan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang diproduksi ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi, juga berfungsi sebagai zat antivirus dan antibakteri.

Selain bermanfaat bagi bayi, proses produksi ASI yang terjadi sangat bermanfaat bagi ibu setelah melahirkan, yaitu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula, mengurangi perdarahan setelah kelahiran, dan mencegah timbulnya kanker payudara. Sebab, pada saat menyusui hormon esterogen mengalami penurunan. Apabila tidak ada aktivitas menyusui, kadar hormon esterogen tetap tinggi, inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara esterogen dan progesteron.

Aktivitas menyusui secara teratur yang dilakukan ibu setelah melahirkan akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap. Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan akan memberikan manfaat bagi ibu sebagai kontrasepsi selama 6 bulan setelah melahirkan karena isapan bayi ketika menyusu akan merangsang prolaktin yang dapat menghambat terjadinya ovulasi atau pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

Ibu menyusui yang bekerja masih tetap dapat memberikan bayinya asupan ASI, yaitu dengan memerah lalu menyimpannya. Berikut cara penyimpanan ASI perah yang aman seperti yang dilansir di pondokibu.com dan ayahbunda.co.id. Yang pertama adalah menyiapkan wadah penampung ASI yang sudah disterilkan yang dapat ditutup dengan rapat dan terbuat dari bahan antipanas. Gunakan wadah/botol yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 60 ml. Jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam. Jika akan menyimpan ASI untuk jangka 24 jam, segera masukkan ASI ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celsius. Untuk ASI yang akan digunakan dalam waktu seminggu atau lebih, simpan dulu di lemari pendingin selama 30 menit setelah itu baru masukkan ke dalam freezer yang bersuhu 18 derajat Celsius atau lebih rendah.

Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah atau di bagian terdalam freezer karena lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat itu mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Jangan lupa beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah dan jangan mengisi penuh wadah penampung ASI karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan ruang kurang lebih 1/4 bagian kosong dari wadah penampung.

Apabila ASI yang dibekukan akan dipergunakan, pindahkan ASI beku dari freezer ke lemari pendingin selama 24 jam. Kemudian, keluarkan ASI dari lemari pendingin dan rendam dalam mangkuk dengan menggunakan air hangat. Jangan menggunakan air panas karena akan merusak nutrisi dan antibodi pada ASI. Apabila ASI sudah mencair dengan suhu hangat maka kocok dengan lembut agar endapan ASI jadi merata dan siap untuk diberikan kepada bayi Anda.

Jika ASI beku yang sudah dicairkan ternyata tidak terpakai sebaiknya jangan dimasukkan kembali ke dalam freezer karena dapat merusak kualitas ASI. Sebaiknya ASI yang sudah dicairkan tetapi tidak jadi digunakan atau yang tidak habis dikonsumsi oleh bayi segera dibuang.

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

0 comments:

Posting Komentar