Halaman

    Social Items

Agar bisa terhindar dari kanker, orang dapat melakukan empat hal dasar dalam menjalani hidup. Menurut Manajer dan Ahli Diet Senior Parkway Cancer Center (PCC) Singapura, Fahma Sunarja, empat hal tersebut di antaranya asupan gizi, berolah raga, gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, dan yang tak kalah penting adalah manajemen stres. Setiap orang mesti tahu batas stres sendiri karena setiap orang punya batasnya masing-masing.

Bagi penderita kanker, asupan nutrisi yang baik tidak bisa lagi ditawar. Itu karena sebagian besar penderita penyakit kanker mengalami penurunan berat badan. Nutrisi itu pun bukan hanya penting bagi penderita yang sedang menjalani terapi dan pemulihan dari terapi, tetapi juga pada keadaan remisi atau untuk mencegah kekambuhan. Nutrisi dan kanker menjadi dua hal yang tak     bisa dipisahkan.

Kebanyakan pengidap kanker kehilangan berat badan sampai 10% dari berat normalnya, apalagi bagi penderita kanker saluran pencernaan. Setelah didiagnosis, pengidap kanker harus mengikuti semua yang dibilang dokter.

Satu-satunya yang bisa mereka lakukan sendiri adalah mengontrol asupan makanan dan pola makan. Tak jarang informasi asupan nutrisi atau makanan menjadi berlebihan sehingga konseling soal nutrisi itu sangat penting sekali.

Kebutuhan nutrisi penderita kanker sangat individual atau berbeda-beda. Kebutuhannya pun berubah-ubah dari waktu ke waktu, baik setelah didiagnosis, saat terapi, pemulihan dari terapi, hingga sudah pulih.

Gejala klinik akibat kanker seperti anoreksia sering terjadi, misalnya, perubahan ambang rasa kecap. Pengaruh kemoterapi, radiasi, dan pembedahan juga bisa menimbulkan masalah gizi. Misalnya mual, muntah, gangguan saluran cerna, sulit menelan, susah membuka mulut, hingga diare, dan lain-lain.

Untuk itu edukasi harus terus dilakukan bagi pengidap kanker. Karena pemberian nutrisi perlu pemantauan ketat, khususnya pada nutrisi parenteral atau nutrisi yang diberikan bukan lagi melalui saluran pencernaan, melainkan melalui suntikan. 

Pentingnya Asupan Nutrisi yang Baik Bagi Penderita Kanker

Mari Sehat
Agar bisa terhindar dari kanker, orang dapat melakukan empat hal dasar dalam menjalani hidup. Menurut Manajer dan Ahli Diet Senior Parkway Cancer Center (PCC) Singapura, Fahma Sunarja, empat hal tersebut di antaranya asupan gizi, berolah raga, gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, dan yang tak kalah penting adalah manajemen stres. Setiap orang mesti tahu batas stres sendiri karena setiap orang punya batasnya masing-masing.

Bagi penderita kanker, asupan nutrisi yang baik tidak bisa lagi ditawar. Itu karena sebagian besar penderita penyakit kanker mengalami penurunan berat badan. Nutrisi itu pun bukan hanya penting bagi penderita yang sedang menjalani terapi dan pemulihan dari terapi, tetapi juga pada keadaan remisi atau untuk mencegah kekambuhan. Nutrisi dan kanker menjadi dua hal yang tak     bisa dipisahkan.

Kebanyakan pengidap kanker kehilangan berat badan sampai 10% dari berat normalnya, apalagi bagi penderita kanker saluran pencernaan. Setelah didiagnosis, pengidap kanker harus mengikuti semua yang dibilang dokter.

Satu-satunya yang bisa mereka lakukan sendiri adalah mengontrol asupan makanan dan pola makan. Tak jarang informasi asupan nutrisi atau makanan menjadi berlebihan sehingga konseling soal nutrisi itu sangat penting sekali.

Kebutuhan nutrisi penderita kanker sangat individual atau berbeda-beda. Kebutuhannya pun berubah-ubah dari waktu ke waktu, baik setelah didiagnosis, saat terapi, pemulihan dari terapi, hingga sudah pulih.

Gejala klinik akibat kanker seperti anoreksia sering terjadi, misalnya, perubahan ambang rasa kecap. Pengaruh kemoterapi, radiasi, dan pembedahan juga bisa menimbulkan masalah gizi. Misalnya mual, muntah, gangguan saluran cerna, sulit menelan, susah membuka mulut, hingga diare, dan lain-lain.

Untuk itu edukasi harus terus dilakukan bagi pengidap kanker. Karena pemberian nutrisi perlu pemantauan ketat, khususnya pada nutrisi parenteral atau nutrisi yang diberikan bukan lagi melalui saluran pencernaan, melainkan melalui suntikan. 
----------
Share this article :

Tidak ada komentar