Halaman

    Social Items

Bandung merupakan kota tempat berburu barang bekas berkualitas. Sejumlah pasar loak yang tersebar, menjadi alasan utama bagi pemburu barang bekas mencari buruannya di kota kembang. Salah satu pasar barang bekas yang menjadi favorit sejak puluhan tahun lalu adalah Pasar Jatayu di Jalan Komodor Udara Supadio, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo.

Pasar Jatayu dikenal sebagai pusat jual beli suku cadang bekas, baik sepeda motor maupun mobil. Onderdil yang dijual tidak melulu untuk kendaraan keluaran terbaru, suku cadang kendaraan kuno atau zaman dulu pun masih bisa ditemukan di kawasan ini. Mereka yang mendatangi Pasar Jatayu biasanya mencari mulai dari peralatan seperti pelek, knalpot, tangki motor, shockbreaker hingga bodi motor.

Komoditas lain yang juga ditawarkan pedagang Pasar Jatayu adalah mesin cuci bekas, kulkas bekas, hingga beraneka macam perkakas mesin, logam, dan listrik. Sebagian besar barang yang dijual di pasar itu berasal dari tukang loak yang biasa keliling ke rumah-rumah. Pabrik-pabrik yang gulung tikar dan menjual inventarisnya juga menjadi sasaran para pedagang untuk mendapatkan stok barang jualan.

Peminat onderdil dan barang bekas di kawasan Jatayu itu bukan hanya berasal dari Bandung, melainkan juga dari kota-kota di sekitarnya. Selain ragam varian komoditasnya, banyak pembeli yang melakukan transaksi di sana antara lain juga karena harga barang yang murah. Penjual menawarkan barang dagangannya dengan harga 25%-30% lebih murah dibandingkan dengan harga di tempat lain. Selain membeli barang dengan uang, biasanya para pedagang juga menerima sistem tukar tambah untuk barang-barang tertentu.

Awalnya, kawasan Jatayu terkenal sebagai tempat perdagangan barang antik. Banyak pembeli mancanegara yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat datang ke sana. Namun, seiring perkembangan zaman, barang-barang antik sudah tidak ditemukan lagi. Pada 1957, dengan dana swadaya dari pedagang, bangunan Pasar Jatayu didirikan di atas lahan milik Pemerintah Kota Bandung. Tahun 2006 pasar direnovasi menjadi bangunan semipermanen yang lebih modern. Pedagang tersebar ke dalam empat blok dan masing-masing menempati kios berukuran 2x3 meter. Pada 20 Mei 2015 peristiwa kebakaran menghanguskan puluhan kios di blok A yang menjual bermacam onderdil kendaraan roda empat.

Pasar Jatayu, Pusat Jual Beli Suku Cadang Bekas Dulunya Tempat Perdagangan Barang Antik

Mari Sehat
Bandung merupakan kota tempat berburu barang bekas berkualitas. Sejumlah pasar loak yang tersebar, menjadi alasan utama bagi pemburu barang bekas mencari buruannya di kota kembang. Salah satu pasar barang bekas yang menjadi favorit sejak puluhan tahun lalu adalah Pasar Jatayu di Jalan Komodor Udara Supadio, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo.

Pasar Jatayu dikenal sebagai pusat jual beli suku cadang bekas, baik sepeda motor maupun mobil. Onderdil yang dijual tidak melulu untuk kendaraan keluaran terbaru, suku cadang kendaraan kuno atau zaman dulu pun masih bisa ditemukan di kawasan ini. Mereka yang mendatangi Pasar Jatayu biasanya mencari mulai dari peralatan seperti pelek, knalpot, tangki motor, shockbreaker hingga bodi motor.

Komoditas lain yang juga ditawarkan pedagang Pasar Jatayu adalah mesin cuci bekas, kulkas bekas, hingga beraneka macam perkakas mesin, logam, dan listrik. Sebagian besar barang yang dijual di pasar itu berasal dari tukang loak yang biasa keliling ke rumah-rumah. Pabrik-pabrik yang gulung tikar dan menjual inventarisnya juga menjadi sasaran para pedagang untuk mendapatkan stok barang jualan.

Peminat onderdil dan barang bekas di kawasan Jatayu itu bukan hanya berasal dari Bandung, melainkan juga dari kota-kota di sekitarnya. Selain ragam varian komoditasnya, banyak pembeli yang melakukan transaksi di sana antara lain juga karena harga barang yang murah. Penjual menawarkan barang dagangannya dengan harga 25%-30% lebih murah dibandingkan dengan harga di tempat lain. Selain membeli barang dengan uang, biasanya para pedagang juga menerima sistem tukar tambah untuk barang-barang tertentu.

Awalnya, kawasan Jatayu terkenal sebagai tempat perdagangan barang antik. Banyak pembeli mancanegara yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat datang ke sana. Namun, seiring perkembangan zaman, barang-barang antik sudah tidak ditemukan lagi. Pada 1957, dengan dana swadaya dari pedagang, bangunan Pasar Jatayu didirikan di atas lahan milik Pemerintah Kota Bandung. Tahun 2006 pasar direnovasi menjadi bangunan semipermanen yang lebih modern. Pedagang tersebar ke dalam empat blok dan masing-masing menempati kios berukuran 2x3 meter. Pada 20 Mei 2015 peristiwa kebakaran menghanguskan puluhan kios di blok A yang menjual bermacam onderdil kendaraan roda empat.

Share this article :

Tidak ada komentar