Halaman

    Social Items

Sebulan terakhir pencarian informasi mengenai kanker naik drastis pada mesin pencarian Google. Salah satu penyebabnya, publik tanah air terkejut dengan berita mantan ibu negara, Ani Yudhoyono yang divonis kanker darah dan masih dalam perawatan di rumah sakit di Singapura.

Keterkejutan publik memberikan efek penyadaran tentang bahaya kanker. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (Globocan) penyakit kanker di Indonesia menempati urutan ke-6 sebagai penyebab kematian tertinggi setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, perinatal, dan diabetes melitus. Kanker di Indonesia berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara dan urutan ke-23 di Asia. Kanker darah atau leukemia menempati urutan ke-9 jumlah kasus tertinggi penyakit kanker di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2018, prevalensi penderita kanker di Indonesia adalah 1,4% dengan jumlah total 347.792 penderita. Yogyakarta memiliki tingkat prevalensi penderita kanker tertinggi, yakni 4,1% dengan total 14.596 jiwa.

Dengan teknologi mutakhir dan pengembangan metode pengobatan, ada jenis kanker darah yang bisa disembuhkan. Hal itu berpotensi terjadi dengan berbagai perlakuan dan pengobatan yang tepat, serta akurasi dari diagnosis jenis kanker darah yang diderita pasien. 

Dengan sejumlah pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat, kanker darah dapat dideteksi lebih dini. Perawatan kanker darah tergantung pada tipe (subtipe) leukemia yang tepat. Berbagai bentuk pengobatan terdiri atas kemoterapi, terapi biologis, imunomodulator, transplantasi sel induk dan radioterapi.

Pada kanker darah terdapat banyak subjenis lain. Kanker getah bening bisa dikategorikan ke dalam kanker darah. Untuk kanker leukemia saja ada beberapa jenis. Keakuratan dalam mendiagnosis membuat pengobatan yang diambil lebih efektif sehingga tingkat keberhasilan sembuh juga semakin besar.

Banyak yang tidak tahu bahwa kanker darah banyak macam dan tipenya. Anggapan umumnya, leukemia adalah kanker darah. Padahal, leukemia adalah salah satu tipe kanker darah. Masih ada tipe kanker darah lain seperti limfoma dan myeloma.

Dari tingkat penyebaran dan ganasnya sel pun bisa dibedakan beberapa jenis. Misalnya, leukemia Misalnya, leukemia seperti AML (Acute Myeloid Leukemia) yang cenderung menyerang lebih cepat. Setelah mengetahui diagnosis pada tingkat apa kanker yang menyerang pada sel darah, apakah merusak parah kromosom atau tidak, maka transplantasi sumsum tulang belakang atau transplantasi sel induk akan lebih efektif dilakukan dengan menentukan donor yang tepat.

Tingkat keberhasilan 55%. Jika terjadi kegagalan dalam transplantasi, maka bisa diulang. Pasien dengan usia di bawah 50 tahun, biasanya lebih kecil risikonya dibandingkan dengan pasien usia di atas 65 tahun.

Jika terdiagnosis leukemia granulosis kronis yang penyebarannya relatif lambat, pengobatan kemoterapi digabung degan konsumsi obat lebih efektif dengan tingkat keberhasilan sembuh hingga 90%.

Terlambat
Dalam banyak kasus, pasien terlambat mengetahui bahwa mereka menderita kanker darah. Sering kali, mereka mengetahuinya secara tidak sengaja sewaktu menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk memeriksa penyakit lain. Hal itu lantaran kurangnya pemahaman tentang kanker darah dan gejalanya, serta kebutuhan untuk pemeriksaan medis rutin termasuk memeriksa
darah secara lengkap.

Kanker darah bisa sangat sulit dideteksi dan dapat didiagnosis pada pasien tanpa gejala apa pun. Beberapa pasien mungkin memiliki gejala seperti demam jangka panjang, kelelahan, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan yang signifikan, dan kadang-kadang pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika ada gejala yang tidak wajar dan tanpa sebab, selayaknya cek ke dokter. Dokter akan melakukan tes yang lebih komprehensif, termasuk biopsi sumsum tulang, untuk mengonfirmasi diagnosis apakah pasien menderita kanker darah. Dengan penanganan tepat, pasien mendapatkan harapan hidup yang lebih tinggi. 

Pahami dan Waspadai Kanker Darah

Mari Sehat
Sebulan terakhir pencarian informasi mengenai kanker naik drastis pada mesin pencarian Google. Salah satu penyebabnya, publik tanah air terkejut dengan berita mantan ibu negara, Ani Yudhoyono yang divonis kanker darah dan masih dalam perawatan di rumah sakit di Singapura.

Keterkejutan publik memberikan efek penyadaran tentang bahaya kanker. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (Globocan) penyakit kanker di Indonesia menempati urutan ke-6 sebagai penyebab kematian tertinggi setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, perinatal, dan diabetes melitus. Kanker di Indonesia berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara dan urutan ke-23 di Asia. Kanker darah atau leukemia menempati urutan ke-9 jumlah kasus tertinggi penyakit kanker di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2018, prevalensi penderita kanker di Indonesia adalah 1,4% dengan jumlah total 347.792 penderita. Yogyakarta memiliki tingkat prevalensi penderita kanker tertinggi, yakni 4,1% dengan total 14.596 jiwa.

Dengan teknologi mutakhir dan pengembangan metode pengobatan, ada jenis kanker darah yang bisa disembuhkan. Hal itu berpotensi terjadi dengan berbagai perlakuan dan pengobatan yang tepat, serta akurasi dari diagnosis jenis kanker darah yang diderita pasien. 

Dengan sejumlah pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat, kanker darah dapat dideteksi lebih dini. Perawatan kanker darah tergantung pada tipe (subtipe) leukemia yang tepat. Berbagai bentuk pengobatan terdiri atas kemoterapi, terapi biologis, imunomodulator, transplantasi sel induk dan radioterapi.

Pada kanker darah terdapat banyak subjenis lain. Kanker getah bening bisa dikategorikan ke dalam kanker darah. Untuk kanker leukemia saja ada beberapa jenis. Keakuratan dalam mendiagnosis membuat pengobatan yang diambil lebih efektif sehingga tingkat keberhasilan sembuh juga semakin besar.

Banyak yang tidak tahu bahwa kanker darah banyak macam dan tipenya. Anggapan umumnya, leukemia adalah kanker darah. Padahal, leukemia adalah salah satu tipe kanker darah. Masih ada tipe kanker darah lain seperti limfoma dan myeloma.

Dari tingkat penyebaran dan ganasnya sel pun bisa dibedakan beberapa jenis. Misalnya, leukemia Misalnya, leukemia seperti AML (Acute Myeloid Leukemia) yang cenderung menyerang lebih cepat. Setelah mengetahui diagnosis pada tingkat apa kanker yang menyerang pada sel darah, apakah merusak parah kromosom atau tidak, maka transplantasi sumsum tulang belakang atau transplantasi sel induk akan lebih efektif dilakukan dengan menentukan donor yang tepat.

Tingkat keberhasilan 55%. Jika terjadi kegagalan dalam transplantasi, maka bisa diulang. Pasien dengan usia di bawah 50 tahun, biasanya lebih kecil risikonya dibandingkan dengan pasien usia di atas 65 tahun.

Jika terdiagnosis leukemia granulosis kronis yang penyebarannya relatif lambat, pengobatan kemoterapi digabung degan konsumsi obat lebih efektif dengan tingkat keberhasilan sembuh hingga 90%.

Terlambat
Dalam banyak kasus, pasien terlambat mengetahui bahwa mereka menderita kanker darah. Sering kali, mereka mengetahuinya secara tidak sengaja sewaktu menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk memeriksa penyakit lain. Hal itu lantaran kurangnya pemahaman tentang kanker darah dan gejalanya, serta kebutuhan untuk pemeriksaan medis rutin termasuk memeriksa
darah secara lengkap.

Kanker darah bisa sangat sulit dideteksi dan dapat didiagnosis pada pasien tanpa gejala apa pun. Beberapa pasien mungkin memiliki gejala seperti demam jangka panjang, kelelahan, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan yang signifikan, dan kadang-kadang pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika ada gejala yang tidak wajar dan tanpa sebab, selayaknya cek ke dokter. Dokter akan melakukan tes yang lebih komprehensif, termasuk biopsi sumsum tulang, untuk mengonfirmasi diagnosis apakah pasien menderita kanker darah. Dengan penanganan tepat, pasien mendapatkan harapan hidup yang lebih tinggi. 

----------
Share this article :

Tidak ada komentar