Halaman

    Social Items

Amandel merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Fungsinya sebagai pertahanan tubuh (imunitas) lokal atau dalam pengertian mudahnya sebagai penjaga gerbang. Ketika ada suatu serangan kuman atau infeksi melalui makanan dan hirupan nafas, amandel berfungsi sebagai "alarm".

Adakalanya amandel terkena peradangan. Ketika terjadi radang, amandel yang awalnya berfungsi sebagai penjaga gerbang, bisa beralih fungsi menjadi sarang kuman. Ukurannya menjadi lebih besar daripada biasanya, berwarna kemerahan, dan terkadang disertai kemunculan bintik-bintik nanah di sekitar amandel.

Ada beberapa penyebab terjadinya radang amandel atau tonsilitis. Pada umumnya hal itu disebabkan virus dan bakteri, yang masuk melalui pernapasan dan makanan yang dikonsumsi. Jika dikarenakan oleh infeksi bakteri, umumnya gejalanya bisa berbentuk pembengkakan kelenjar getah bening pada area tenggorokan, timbulnya beberapa bintik nanah di sekeliling amandel, kadangkala diikuti demam. Sementara itu, bila radang amandel dikarenakan infeksi virus, beberapa gejala yang timbul dianggap lebih ringan dari infeksi bakteri, kerap juga diikuti gejala pilek (influenza) dan batuk.

Gejala lain yang timbul akibat radang amandel adalah sakit ketika menelan, nyeri kepala, badan lemah, hingga nyeri di bagian telinga. Ukuran amandel yang membesar juga bisa menghambat pernapasan dan tidur mendengkur.

Jenisnya ada dua, yaitu radang amandel akut dan kronis. Radang amandel akut biasanya akan sembuh dengan sendirinya atau ketika diberi pengobatan, sedangkan radang amandel kronis terjadi secara berulang dan berkelanjutan.

Sebagian kasus radang amandel akan sembuh dengan sendirinya, tergantung dari penyebabnya. Ketika masih berada di tingkat akut, penanganan bisa dilakukan dengan penggunaan obat kumur, obat analgetik, dan pereda nyeri. Jika penyebabnya adalah bakteri, diperlukan antibiotik dengan dosis yang tepat.

Akan tetapi, pada kasus radang amandel yang tergolong parah dan berada di tingkat kronis, biasanya dokter akan menyarankan operasi pengangkatan amandel (tonsilektomil). Operasi ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu operasi konvensional menggunakan pisau, serta menggunakan teknologi coblation.

Teknologi coblation memungkinkan minimnya perdarahan karena ketika dilakukan pemotongan amandel dengan ablasi, bersamaan dengan dihentikannya perdarahan dengan congulisasi di saat yang sama.

Baik untuk anak-anak dan dewasa, prosedur bius total dilakukan. Kalau dulu, untuk anak-anak dilakukan bius total, sedangkan dewasa bius lokal. Kalau sekarang, semuanya dengan bius total untuk meminimalisasi risiko.

Dibandingkan dengan pemotongan amandel secara konvensional, pemotongan menggunakan coblation lebih menekan rasa nyeri dan perdarahan. Prosesnya berlangsung lebih cepat, yaitu sekitar 20 menit. Sementara itu, untuk proses pemotongan konvensional, biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Masa pemulihan setelah operasi juga berbeda. Untuk pemotongan amandel secara konvensional, pemulihannya sekitar 1-2 minggu, sedangkan ketika menggunakan coblation membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Operasi Amandel untuk Atasi Tonsilitis

Ads Here Mari Sehat
Amandel merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Fungsinya sebagai pertahanan tubuh (imunitas) lokal atau dalam pengertian mudahnya sebagai penjaga gerbang. Ketika ada suatu serangan kuman atau infeksi melalui makanan dan hirupan nafas, amandel berfungsi sebagai "alarm".

Adakalanya amandel terkena peradangan. Ketika terjadi radang, amandel yang awalnya berfungsi sebagai penjaga gerbang, bisa beralih fungsi menjadi sarang kuman. Ukurannya menjadi lebih besar daripada biasanya, berwarna kemerahan, dan terkadang disertai kemunculan bintik-bintik nanah di sekitar amandel.

Ada beberapa penyebab terjadinya radang amandel atau tonsilitis. Pada umumnya hal itu disebabkan virus dan bakteri, yang masuk melalui pernapasan dan makanan yang dikonsumsi. Jika dikarenakan oleh infeksi bakteri, umumnya gejalanya bisa berbentuk pembengkakan kelenjar getah bening pada area tenggorokan, timbulnya beberapa bintik nanah di sekeliling amandel, kadangkala diikuti demam. Sementara itu, bila radang amandel dikarenakan infeksi virus, beberapa gejala yang timbul dianggap lebih ringan dari infeksi bakteri, kerap juga diikuti gejala pilek (influenza) dan batuk.

Gejala lain yang timbul akibat radang amandel adalah sakit ketika menelan, nyeri kepala, badan lemah, hingga nyeri di bagian telinga. Ukuran amandel yang membesar juga bisa menghambat pernapasan dan tidur mendengkur.

Jenisnya ada dua, yaitu radang amandel akut dan kronis. Radang amandel akut biasanya akan sembuh dengan sendirinya atau ketika diberi pengobatan, sedangkan radang amandel kronis terjadi secara berulang dan berkelanjutan.

Sebagian kasus radang amandel akan sembuh dengan sendirinya, tergantung dari penyebabnya. Ketika masih berada di tingkat akut, penanganan bisa dilakukan dengan penggunaan obat kumur, obat analgetik, dan pereda nyeri. Jika penyebabnya adalah bakteri, diperlukan antibiotik dengan dosis yang tepat.

Akan tetapi, pada kasus radang amandel yang tergolong parah dan berada di tingkat kronis, biasanya dokter akan menyarankan operasi pengangkatan amandel (tonsilektomil). Operasi ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu operasi konvensional menggunakan pisau, serta menggunakan teknologi coblation.

Teknologi coblation memungkinkan minimnya perdarahan karena ketika dilakukan pemotongan amandel dengan ablasi, bersamaan dengan dihentikannya perdarahan dengan congulisasi di saat yang sama.

Baik untuk anak-anak dan dewasa, prosedur bius total dilakukan. Kalau dulu, untuk anak-anak dilakukan bius total, sedangkan dewasa bius lokal. Kalau sekarang, semuanya dengan bius total untuk meminimalisasi risiko.

Dibandingkan dengan pemotongan amandel secara konvensional, pemotongan menggunakan coblation lebih menekan rasa nyeri dan perdarahan. Prosesnya berlangsung lebih cepat, yaitu sekitar 20 menit. Sementara itu, untuk proses pemotongan konvensional, biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Masa pemulihan setelah operasi juga berbeda. Untuk pemotongan amandel secara konvensional, pemulihannya sekitar 1-2 minggu, sedangkan ketika menggunakan coblation membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Ads Here
Share this article :

Tidak ada komentar