Selasa, 08 Oktober 2019

Bedah Kosmetik Bisa Bikin Mancung Tahan Lama


Beruntungnya orang yang bidup di era ini. Beragam teknologi terus diperbarui untuk memperoleh bentuk dan bagian wajah agar proporsional. Bahkan tidak sedikit yang menjadi tambah cantik atau tampan berkatnya. Tindakan bedah kosmetik atau operasi plastik, misalnya, memiliki ragam cara.

Banyak orang yang mengeluhkan hidung pesek, bisa dengan mengambil tulang di belakang telinga untuk menambah tulang hidung. Selain pemindahan tulang  ada juga transplantasi lemak. Tindakan itu biasa dilakukan pada pasien yang ingin kembali mengencangkan pipi yang mengendur.

Prosedurnya, pasien menjalani operasi sedot lemak di bagian perut atau paha. Dengan metode khusus, dokter akan menyaring lemak murni ke bagian-bagian yang ingin dikencangkan. Selain untuk pipi, tidak sedikit yang memanfaatkan metode ini untuk payudara.

Untuk kepentingan yang sama, sering juga digunakan silikon padat untuk mengisi dan mengenyalkan bagian tubuh tertentu. Harus diingat, penggunaan silikon cair sudah dilarang untuk bedah kecantikan. Silikon cair kini digunakan industri otomotif. Pastikan dokter menggunakan silikon padat dalam operasi.

Prosedur nonbedah semakin ditunjang keberadaan mesin-mesin canggih dengan teknologi yang mudah diakses. Umumnya, teknologi ini menangani kebutuhan facelift atau menaikkan konstruksi wajah.

Sebagai contoh, tarik benang. Benang khusus ditanam di beberapa titik wajah untuk meniruskan pipi, pelipis, hingga bawah rahang yang mengendur. Kemudian disalurkan gelombang high intensity focused ultrasound (HIFU) untuk memacu produksi kolagen.

Ada juga proses platelet-rich plasma (PRP), yakni proses pengambilan darah pasien untuk dimasukkan ke alat pemutar yang dinamakan centrifuge. Setelah komponen yang ada di dalamnya terpisah, didapat beberapa milimeter plasma darah yang kaya trombosit.

Suntik PRP untuk mengencangkan keriput, bekas jerawat, stretch marks, dan kulit bergelambir. di mata, tangan, leher, dan wajah. Tidak seperti suntik filler yang memakai material sintetik, PRP memulihkan kecacatan kulit dengan jalan merangsang pertumbuhan beberapa sel baru dan penyusunan kolagen.

Semua metode tentunya memiliki manfaat berbeda dan dipilih berdasarkan tujuan masing-masing pasien/penderita. Namun, untuk hasil yang lebih long lasting dengan hasil yang efektif, bedah jawabannya. Kebutuhan retouch-nya tidak sesingkat perawatan lain. Bisa sampai 10 tahun baru retouch.

Rekanalisasi Tuba Fallopi Bisa Meningkatkan Peluang Kehamilan (I)

Setiap pasangan suami istri umumnya mendambakan memiliki anak sebagai penerus keluarga. Dengan demikian, setiap pasangan yang menikah tentulah berusaha dan berikhtiar untuk mendapatkan keturunan.

Terlebih istri tentunya ingin merasakan bahagianya menjadi ibu yang mengandung dan melahirkan anak-anaknya. Akan tetapi terkadang keinginan itu belum dapat terlaksana. Salah satunya karena kondisi infertilitas atau kemandulan yang biasa terjadi baik pada suami maupun istri. 

Wanita infertilitas dapat disebabkan oleh beragam kondisi. Salah satunya yang cukup sering terjadi adalah akibat tersumbatnya saluran telur atau dalam istilah medis obstruksi di saluran tuba fallopi. Wanita memiliki dua saluran telur di kiri dan di kanan. Jika terjadi sumbatan di kedua saluran tersebut, maka akan mengakibatkan tidak bertemunya sel telur dan sperma sehingga tidak terjadi pembuahan ataupun kehamilan.

Saat ini terdapat beberapa metode untuk mengatasi masalah infertilitas pada wanita. Yang sudah dikenal misalnya bayi tabung atau istilah medisnya in vitro fertilization (IVP), tindakan yang membutuhkan biaya cukup besar.

Metode lain dengan biaya lebih ringan dan relatif baru di Indonesia, tetapi sudah cukup lama dikenal di negara maju seperti Amerika atau Eropa adalah dengan rekanalisasi tuba fallopi (RTF).

Rekanalisasi tuba fallopi adalah tindakan radiologi intervensi menggunakan teknik kateterisasi dengan selang kecil/mikrokateter atau kateter tambahan melalui vagina ke dalam rahim dan diteruskan ke saluran telur untuk membuka sumbatan di saluran telur tersebut sehingga nantinya sel telur dan sperma dapat bertemu sehingga terjadi pembuahan. Metode itu dilakukan di ruang khusus yang disebut cathlab (catheterization laboratory) dengan bantuan alat DSA (digital substract angiografi) yang dapat memperlihatkan kondisi rahim dan saluran telur selama proses rekanalisasi/membuka sumbatan berlangsung.

Keunggulan RTF antara lain adalah jika saluran tuba yang tersumbat dapat terbuka sehingga dapat terjadi pembuahan, maka kehamilan pada ibu tersebut dapat terjadi secara alami dan kehamilan berikutnya juga dapat terjadi secara normal.

Minggu, 06 Oktober 2019

Tips Pengelolaan Obat di Rumah yang Baik

Sakit adalah salah satu ujian yang diberikan Allah swt kepada kita sebagai hamba-Nya. Respons kita ketika menghadapi ujian sakit adalah berikhtiar (berusaha) untuk mendapatkan kesembuhan. Setelah kita berikhtiar dengan baik kita serahkan (bertawakal) kepada Allah swt atas hasil apa pun yang akan kita peroleh. Ketika sembuh sempurna kita bersyukur. Ketika sembuh tetapi belum sempurna kita bersabar. Kalaupun akhimya kita meninggal dunia, kita meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah. Dengan demikian, ujian yang Allah berikan kepada kita selalu membawa kita pada kebaikan.

Dalam proses ikhtiar mendapatkan kesembuhan, obat adalah salah satu komponen yang menjadi sarana kesembuhan. Setelah memeriksa kondisi sakit kita, dokter akan meresepkan obat sebagai terapi untuk mendapatkan kesembuhan.

Dalam dunia farmasi ada ungkapan, "Segala sesuatu itu racun dan segala sesuatu itu bermanfaat jika sesuai takaran/dosisnya". Misal nasi, jika kita makan melebihi takaran wajar maka tidak akan membawa kebaikan bahkan akan membawa keburukan pada tubuh kita. Jika nasi saja bisa membawa keburukan bila tidak sesuai dengan takaran, apalagi obat.

Dalam konsep Islam, ibadah itu bisa diterima sebagai pahala di sisi Allah swt jika memenuhi dua syarat, yaitu dilakukan dengan ikhlas dan dilakukan sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan. Dalam proses ikhtiar kesembuhan pun demikian, niat yang baik untuk mendapatkan kesembuhan harus disertai oleh cara-cara yang baik.

Cara yang baik untuk menggunakan obat sebagai ikhtiar kesembuhan terangkum dalam program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, yaitu DaGuSiBu. DaGuSiBu adalah akronim dari rangkaian kata Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang.

Dapatkan
Dapatkan berarti kita harus mendapatkan obat di tempat yang benar, yaitu tempat yang telah memiliki legalitas seperti rumah sakit, apotek, toko obat berizin, dan apotek klinik. Dengan mendapatkan obat dari tempat yang memiliki legalitas, kita akan mendapatkan obat dengan kualitas yang baik dan terhindar dari obat palsu.

Obat yang masuk dalam kategori obat keras hanya didapatkan dengan resep dokter, sedangkan obat golongan bebas dan bebas terbatas bisa didapatkan dengan konsultasi kepada apoteker.

Gunakan
Penggunaan obat harus sesuai dengan aturan pakaii, jangan melebihi atau kurang dari dosis yang diberikan. Dosis obat tergambar pada aturan minum yang tertera pada etiket obat. Misalnya, sehari 3 x 1 tablet yang artinya obat diminum secara teratur sehari 3 kali (pagi, siang, malam) dan sekali minum cukup 1 tablet.

Obat dalam bentuk cairan, umumnya dosis yang tertulis pada etiket dalam satuan cc atau mililiter (ml), terkadang dalam bentuk keterangan sendok, misalnya sedok teh atau sendok makan. Jika pada etiket obat tertulis 1 sendok teh berarti setara dengan 5 ml. Jika tertulis 1 sendok makan berarti setara dengan 15 ml.

Selain tepat dosis, obat harus diminum dengan cara yang tepat. Ada obat yang diminum langsung, ada yang harus dilarutkan, ada yang harus dikunyah, ada yang dihirup, dll. Pastikan baca cara pakai pada etiket obat dan konsultasikan dengan apoteker jika belum paham cara menggunakan obat.

Sebelum meminum obat, pastikan obat dalam kondisi baik dan belum melewati tanggal kedaluwarsanya. Jangan gunakan obat jika warna, aroma, dan bentuknya mengalami perubahan dari keadaan semula saat diterima.

Sertakan doa ketika minum obat. Niatkan minum obat sebagai sarana ikhtiar sedangkan kesembuhan hanya atas kehendak Allah swt, seperti firman-Nya dalam Q.S. Asy-Syu’ara ayat 80 yang berbunyi, "Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”

Simpan
Obat disimpan sesuai keterangan yang tertera pada kemasan. Pada umumnya obat disimpan di ruang sejuk, yaitu suhu antara 15-25 derajat Celsius, tidak terkena sinar matahari langsung, tidak lembap, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Obat sebagai zat kimia sangat sensitif terhadap suhu, cahaya, dan kelembapan sehingga jika disimpan pada kondisi yang tidak sesuai, zat obat akan rusak terurai sehingga kualitasnya menurun bahkan bisa menimbulkan bahaya jika dikonsumsi.

Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak untuk tujuan keamanan karena anak-anak belum paham dan sering kali memasukkan benda ke dalam mulutaya. Jika di rumah terdapat kotak obat, masukkan obat ke dalamnya dan tutup dengan rapat.

Obat harus disimpan dengan etiket lengkap dan diperiksa secara rutin kondisi fisik serta tanggal kedaluwarsanya. Buang obat yang telah rusak dan/atau telah melewati tanggal kedaluwarsanya.

Buang
Membuang obat tidak boleh sembarangan dan harus mengikuti prosedur yang aman sehingga aman bagi lingkungan dan aman dari penyalahgunaan. Pembuangan obat bisa mengikuti prosedur berikut:
  1. Pisahkan isi obat dari kemasan.
  2. Hilangkan semua label, etiket, dan tutup dari wadah obat. Buang secara terpisah.
  3. Untuk kapsul, tablet, atau bentuk padat lain, hancurkan terlebih dahulu dan campur obat tersebut dengan tanah atau bahan kotor lainnya.
  4. Untuk obat dalam bentuk cairan selain antibiotik, buang isinya ke kloset. Untuk antibiotik, buang isi bersama wadahnya ke tempat sampah.
  5. Untuk dus obat atau blister/setrip pembungkus obat, buang setelah dihancurkan dan dibungkus terlebih dahulu.